Pesantren
Al-Qur'an dan Teknologi
(Training
Center for Al-Quran Study and Technology)
DURIYAT
MULIA, Bandung, Indonesia |
||||
|
4.
Pelatihan Teknologi yang
sudah dikerjakan dalam skala kecil,
menunggu donasi atau investasi untuk membesarkannya Walaupun
kami menghadapi berbagai kendala, tetapi sedikit demi sedikit upaya
mengumpulkan modal awal di antara kawan telah kita laksanakan, sambil
menunggu investasi lanjutan. Pelatihan
teknologi yang sudah dikerjakan, antara lain: A.
Budidaya cacing, kendala utama adalah harga yang makin merosot B.
Dengan terkumpulnya modal dari 15 orang kawan sebesar Rp. 17 juta,-
maka Pesantren Al-Quran dan Teknologi DURIYAT MULIA telah memiliki 108 m2
kebun anggrek (Photo 1) sebagai wahana latihan budidaya anggrek
skala kecil sambil menunggu investor yang memberikan kepercayaan untuk
menanamkan modal kepada kami. C.
Dengan infaq seorang kawan, kami membuat usaha kompos, karena
banyak jerami yang hanya dibakar dan dibuang ke sungai sehabis panen
padi. Demikian juga, kotoran sapi hanya dibuang ke sungai, maka para
santri mengumpulkan dua bahan terbuang itu untuk dijadikan sesuatu yang
mempunyai nilai tambah. D.
Dua orang santri telah selesai magang di perusahaan jamur, dan
akan latihan membuat kubung kecil ukuran 4 x 8 m2,
sambil menunggu investor yang tertarik menanamkan modalnya ke
usaha bagi hasil jamur ini.
|
Photo 1
|
4.
Technological Trainings that have applied in small scale, waiting further
prospective investors
Although we have constraints, but we never give up looking for
initial funding among friends to carry out small scale project, while
waiting further investment, for examples: A.
Earthworm: Lumbricus, the obstacle was the decreasing price. B.
Sharing funding about Rp. 17 000 000,- from 15 friends, The
Training Center for Al-Quran and Technology DURIYAT MULIA has practiced to
manage an orchid garden about 108 m2 (Photo 1) as a small scale
horticultural exercise for students and ustadz, while the Training Center
is waiting investors to support some funding to us. C.
Using an infaq fund from a brother, we make compost, because there
are huge amount of dried rice straw and cattle manure. Unfortunately,
village people do not use that waste. They burn and throw away in the
river. Therefore, students collect those waste and process it using the
Effective Micro-Organism technology. D.
Two students have conducted
the job training at a mushroom company, and the students makes a small
mushroom house of 4 x 8 m2 for practicing mushroom cultivation
while waiting any help or investment to provide funding for the mushroom
sharing profit business. |
||