TUJUAN HIDUP KITA: Road Map of Our Life

 

Apakah islam kita sudah baik?
Apakah kebahagiaan kita tidak terampas?
Sudahkah kita memahami dan mengamalkan Al-Qur'an?
Karena setiap kegiatan harus dimulai dari tujuan SUDAHKAH KITA PUNYA TUJUAN HIDUP

Islam adalah agama yang sangat sempurna dan universal, ajaran Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana caranya meraih keBAHAGIAan dunia tetapi mengajarkan juga bagaimana caranya meraih keBAHAGIAan akhirat. Sebagaimana cita-cita luhur kita dalam Al-Qur'an surat al-Baqarah[2] ayat 201. "Ya Allah ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari api neraka". (Do'a sapu jagat ini, "Rabbana atina fidun ya hasanah, wa fil ahiroti hasanah wa qinna 'adzabanar" adalah tujuan hidup kita yaitu DUNIA BAHAGIA AKHIRAT SURGA atau disingkat DBAS). Agama Islam adalah agama yang sesuai dengan fithrah manusia. Manusia sangat mendambakan sekali kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan itu adalah kekayaan dan ketentraman jiwa; TIDAK ADA ada rasa khawatir, was-was, gelisah dan sedih hati (QS 2 : 38) dan itu tidak identik dengan materi, karena bila sesuatu yang sudah berhubungan dengan materi bukan lagi dikatakan kebahagiaan tapi itu adalah kesenangan, seperti yang sering digembar-gemborkan oleh kaum hedonis. Kita punya mobil, rumah, jabatan: itu kesenangan. Maka tidaklah aneh jika sandaran segala sesuatu hanya mengandalkan materi/harta maka siap-siaplah kita banyak kecewa dan terrampas nya kebahagiaan. Semua konsep untuk meraih DBAS semuanya sudah lengkap termaktub dalam Al-Qur"an. Oleh karena itu jika seseorang mendambakan DBAS maka seharusnyalah ia memahami dan mengamalkan al-Qur'an. Untuk lebih mudahnya kita meraih DBAS maka sebaiknya kita ikuti dan laksanakan Road Map kehidupan kita di bawah ini.

Pesantren Duriyat Mulia


(Yang ingin mendapatkan Road Map dalam file Power Point dipersilahkan kirim email kepada kami, untuk dikirim sebagai attachment)

Maksud dari Road Map ini adalah sebagai berikut: Tujuan hidup kita yang paling tinggi adalah DUNIA BAHAGIA AKHIRAT SURGA (DBAS).
Dunia Bahagia adalah TIADA rasa khawatir, was-was, gelisah, dan sedih hati. Dan kebahagiaan tidak sama dengan kesenangan, karana kebahagiaan adalah kekayaan jiwa sedangkan kesenangan identik dengan materi. Untuk meraih kebahagiaan ini kita butuh satu alat atau tool, dan alat yang dimaksud adalah Al-Qur'an dan Hadits (sunnah Rasul).
Al-Qur'an bisa digunakan sebagai alat untuk meraih DBAS, seandainya Al-Qur'an tersebut kita taati dan kita amalkan sebagai satu-satunya "aturan main" yang harus kita ikuti dan laksanakan, karena semua konsep untuk DBAS lengkap di sana.
Al-Qur'an merupakan satu-satunya "buku pedoman" atau manual book yang harus kita jadikan sebagai pegangan untuk kita taati dan jalankan semua aturan dan ajaran-ajarannya, karena semua isinya adalah firman Tuhan yang diyakini mutlak kebenarannya.
Untuk mentaati Al-qur'an secara mutlak ternyata tidaklah mudah/susah karena ternyata adanya penghalang yang luar biasa yaitu nafsu dan setan. Tapi kita jangan khawatir, seandainya kita memiliki satu senjata yang sangat ampuh untuk mengalahkan dan mengendalikan nafsu dan setan. Senjata yang dimaksud adalah Keyakinan Ilahiyyah.
Keyakinan Ilahiyyah adalah suatu keyakinan yang selaras dengan Al-Qur'an dan Hadits. Jika ada suatu keyakinan yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan Hadits maka itu bukan keyakinan ilahiyyah. Bisa jadi itu keyakinan yang sesat dan menyesatkan.
Contoh keyakinan Ilahiyyah:
Rezeki manusia berbeda-beda, Zalim sama dengan transfer pahala, Maksiat sama dengan teken kontrak tinggal di neraka, Menyayangi orang lain sama dengan menyayangi diri sendiri, dan lain-lain.
Contoh keyakinan yang bukan keyakinan ilahiyyah:
Asap pemindah rezeki, Supaya tidak sakit-sakitan maka harus ganti nama, Supaya cepat turun hujan maka harus memandikan kucing, dan lain-lain. Jadi kita harus berhati-hati karena di kalangan masyarakat kita masih sangat banyak keyakinan-keyakinan yang sangat kental dan hal itu sangat mereka yakini kebenarannya. Padahal bila kita kembalikan kepada ajaran tauhid hal itu adalah syirik.

Keyakinan ilahiyyah bisa didapatkan salah satunya melalui Tafakur. Tapi sebetulnya masih ada cara lain untuk mendapatkan keyakinan ilahiyyah yaitu dengan cara pengalaman langsung atau penambahan wawasan. Tapi perlu diingat jika kita mengandalkan mendapat keyakinan ilahiyyah dari pengalaman langsung atau penambahan wawasan, alangkah sedikitnya keyakinan ilahiyyah yang kita dapatkan. Bila hal itu kita lakukan melalui proses tafakur -dengan cara mensimulasikan akal dan kalbu seolah-olah kita mengalami langsung- maka akan banyak sekali kita dapatkan keyakinan ilahiyyah. Nabi bersabda: "Bertafakur sejenak lebih baik dari pada ibadah satu tahun". Selamat bertafakur, kalau kurang jelas mohon kirim email kepada kami: duriyat@bdg.centrin.net.id.

Itulah sekilas tentang Road Map yang harus kita jalani untuk meraih kebahagiaan atau DBAS.



Wassalamu'alaikum Wr Wb
Pesantren al-Quran dan Teknologi DURIYAT MULIA
http://www.duriyat.or.id. email: duriyat@bdg.centrin.net.id.

pudjo rahardjo, nurjaeni, ade sutisna