|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
APAKAH TAFAKUR ITU? Apa
kegiatannya? Dan apa produknya?
Metode untuk mempermudah mengamalkan Al-Qur'an selalu muncul sesuai dengan situasi dan perkembangan zaman. Metode yang digunakan boleh berbeda-beda selama tidak menyimpang dari tujuan Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi seluruh
manusia agar tidak tersesat selama-lamanya. Tafakur adalah suatu metode baru untuk lebih
memudahkan mengamalkan
Al-Qur'an. Dengan bertafakur kita dirangsang untuk menggali lautan hikmah yang terdapat di dalam Al-Qur'an.. Kegiatannya yaitu menggunakan akal untuk menganalisa/mengobservasi
serta hati untuk merasakan/menghayati. Dalam
tafakuran ini potensi akal benar-benar dioptimalkan, jadi kita tidak cukup hanya
jadi pendengar saja, apalagi sambil terkantuk-kantuk. Juga potensi kalbu kita
kerahkan supaya mudah meraih keyakinan ilahiyyah. Produk yang diharapkan dari tafakur adalah lahirnya
keyakinan-keyakinan ilahiyyah yang mampu memudahkan taat pada "aturan
main". Mengapa alam raya bisa harmonis? Hal ini bisa
terjadi karena patuh pada ketentuan Tuhannya. Apakah manusia bisa
"harmonis" seperti alam raya, tentram, tidak ada rasa khawatir,
was-was dan gelisah? Pasti bisa!! Soal kita belum bisa mendapat ketentraman,
tidak ada rasa khawatir, was-was dan gelisah itu soal lain. Yang penting akui dulu bahwa itu
adalah kebenaran dan sesuatu yang tidak mustahil bisa dicapai oleh manusia. Allah berfirman: Apa yang ditafakuri? a. Bertafakur mengenai tanda-tanda kekuasaan Allah, akan melahirkan
rasa rendah hati dan takzim
atas kebesaran Allah. b. Bertafakur mengenai kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan,
akan melahirkan rasa cinta dan
syukur kepada Allah atas semua kenikmatan
yang telah kita terima dan rasakan.
Allah berfirman: "Jika
engkau bersyukur atas nikmat yang telah kami berikan,
pasti akan Kami tambah kenikmatan
padamu. Dan jika kamu kufur atas
nikmat yang telah kami berikan sesungguhnya siksa kami sangatlah pedih"(QS 14 : 7) c. Bertafakur
tentang janji-janji Allah, akan
melahirkan rasa cinta pada akhirat d. Bertafakur tentang ancaman-ancaman Allah, akan melahirkan rasa takut berbuat
dosa. e. Bertafakur tentang kematian yang mungkin terjadi setiap saat, akan
melahirkan kesadaran bahwa kita tidak
akan hidup selamanya dan berusaha mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan abadi sesudah kematian. Kapan tafakur itu dilakukan? Tentunya tafakur yang
paling baik adalah setiap saat dan
setiap waktu jika kita lihat
fenomena-fenomena disekeliling
kita jadikanlah itu sebagai pelajaran
bagi kita yang sarat
dengan hikmah. Rasulullah saw bersabda: "Bertafakur sejenak lebih baik dari
pada ibadah setahun". Contoh praktek tafakur:
|
|