MUTIARA NASIHAT LUKMANUL HAKIM
Bagian : 2 (dua)

B. Nasehat Lukman kepadaa putranya dalam Al-quran

  1. Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya (Tsaran) dan ia menasehatinya: "Hai anaku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar," (Qs Lukman (31) : 13)

  2. Hai anaku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau berada di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membawanya) sesengguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui." (qs Lukman (31) : 16)

  3.  Hai anaku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) me-ngerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah)." (Qs Lukman : 17)

  4. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri ( Qs Lukman : 18)

  5. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai. (Qs Lukman : 19)

Itulah nasehat-nasehat Lukman Hakim dalam Al-Quran yang merupakan motifasi bagi kita untuk diikuti dan diamalkan sebab semua nasehat Lukman Hakim tersebut merupakan bagian iman yang esensial dan termasuk sifat-sifat yang agung oleh karena itu sepatuhnya bagi kita untuk menjadikan nasehat-nasehat
tersebut sebagai bahan renungan bagi kita kemudian kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

C. Nasehat Lukman Hakim kepada putranya selain dari Al-quran.

  1. Wahai anaku, jualah duniamu demi kehidupan akhiratmu, niscaya engkau memperoleh kedua-duanya dengan beruntung.

  2. Wahai anaku, janganlah mencampuri urusan duniamu terlalu dalam yang membuat rusak urusan akhiratmu dan janganlah meninggalkan dunia sama sekali sehingga engkau menjadi beban orang lain.

  3. Wahai anakku, sebagaimana engkau tidur demikianlah engkau mati, dan sebagai mana engkau bangun demikianlah engkau dibangkitkan. Beramallah dengan amal saleh niscaya engkau tidur dan bangun seperti pengantin baru, dan janganlah beramal dengan amal yang buruk, sebab engkau akan tidur dan bangun ketakutan, seperti orang yang dicari-cari penguasa untuk ditumpahkan darahnya (dibunuh).

  4. Wahai anakku apabila terdapat pada diri seseorang 5 hal: agama, harta, sifat malu, baik budi dan dermawan, maka ia seorang yang bersih lagi takwa menjadi kekasih Allah dan lepas dari gangguan syaithan.

  5. Wahai anaku, aku menasehati engkau dengan sifat-sifat yang apabila engkau berpegang teguh dengannya niscaya engkau selalu menjadi orang terhormat, yaitu bentangkanlah sifat bijakmu kepada orang yang dekat maupun yang jauh darimu. Janganlah engkau perlihatkan kebodohanmu kepada orang yang jujur maupun terhadap orang yang culas khianat. Bersilaturahmilah terhadap kaum kerabatmu. Pelihara dan jagalah teman-temanmu. Janganlah sampai menerima orang yang beru-
    saha berbuat jahat, yang menginginkan kerusakanmu dan bermaksud menipumu. Dan jadikanlah teman-temanmu tergolong orang-orang yang apabila engkau berpisah dengan mereka dan berpisah denganmu engkau tidak menggemukan cacat mereka dan mereka tidak pula mengungkapkan cacatmu.